Minggu, 03 Juni 2012

kegalauan mengenal waktu

Satu waktu memiliki interpretasi kegiatan yang beragam itu adalah hal biasa bagi orang yang memilih pilihan lebih dari satu. Sebagai tendensi adalah dilema untuk memilih mana yang paling penting diantara sebanyak kegiatan yang ada. Peluang untuk menjadi kecewa di salah satu bagian itu pastinya ada sebagai konsekuensi telah memilih yang lain. Satu waktu tak bisa terbelah.

Kata "menghargai" adalah kata yang wajar bagi seorang pengrajin waktu, rajin dan selektif dalam memilih acara  dalam satu waktu tersebut. Kapanpun prioritas utama adalah yang paling penting. Prioritas dilihat dari keunggulan, baik komparatif maupun kompetitif. Manakah yang paling?

Waktu berjalan terus tak kan  berhenti kecuali Yang Maha Mengatur yang menentukan. waktu berjalan seiring iramanya, tak kan pernah berubah kecepatannya, semakin cepatkah atau semakin lambatkah. Tiap acara usai biasanya manusi beragitasi bahwa kenapa waktu begitu lama dan kenapa waktu begitu cepat. Bagi orang yang mengatakan waktu begitu lama ialah bagi orang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif, begitu sebaliknya bagi mereka yang mengatakan waktu itu begitu cepat, mereka lebih bisa mengefisienkan waktu. Tetapi ingat, rasa syukur adalah utama dalam setiap waktu yang telah kita lalui. Syukur sifatnya geometri. setiap kali syukur balasan dari Maha Pemberi akan berlipat atasnya.

Memilih sudah jadi keharusan, pertimbangan besar akan menjadi kebimbangan, tapi keyakinan akan meneguhkan. pilihlah sesuai hati nurani, sesuai dengan apa yang diyakini. Dan jangan pernah berkata "menyesal telah memilih ini". Jika menyesal ini pertanda ia adalah orang yang telah salah memilih atau hal tersebut rezekinya ditunda sama Sang Penguasa. tetaplah optimis, diri sendiri adalah penentu kemana si raga ini akan melaju!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar